RESENSI NOVEL "Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990"


Hi. Sore ini aku baru saja berkelahi dengan pacarku, dan aku butuh penyaluran energi yang bermanfaat dan sekarang satu-satunya yang bisa kupikirkan hanyalah menulis blog. Aku tidak tahu akan menulis apa (ya, seperti biasanya) kurasa mungkin resensi novel? Bukan ide buruk, kurasa aku masih tau caranya.
Saat aku SMP aku banyak meresensi novel yang ku tulis dalam satu buku yang sama, saat itu aku disuruh oleh guru B. Indonesia sekaligus ketua pengurus perpus untuk membuatnya, itu bukan tugas wajib sih, bu enung (guruku) hanya menyarankan saja agar aku melakukannya untuk mencatat buku apa saja yang sudah aku baca (Fyi, dulu aku adalah peminjam buku perpus terbanyak kedua, dan semua buku yang kupinjam hanyalah novel saja, tak ada satu pun buku pelajaran, tepuk tangan untuk diriku sendiri) Ah, sekarang aku harap aku bisa menemukan kembali buku itu, yah, setidaknya sekedar bernostalgia dengan apa yang dulu pernah aku baca.
Aku ingin bercerita bagaimana dulu aku bisa menjadi peminjam buku terbanyak, oh ayolah, walaupun post ini berjudul resensi novel, yang aku sendiri sekarang belum memutuskan novel apa yang akan kuresensi, tujuan awalku menulis memang untuk menyalurkan emosiku saat ini, jadi mari dengar dulu kisah jaman SMP ku. Dulu aku miskin ( sekarang juga masih sih, tapi aku percaya bakalan kaya, doain aja, minta bantuan Aaminya) Waktu SMP yang harusnya aku gunakan untuk puber seperti kebanyakan temanku yang mulai cinta monyet dan pdkt an lewat sms-sms, aku tidak mengalaminya. Ibu bapak ku tidak memberiku hp, makanya tiap ada anak laki-laki yan meminta no ponselku, ya aku kasih no ibu ku. Waktu itu, televisi di rumahku juga rusak, dan aku butuh hiburan untuk semua waktu luang yang aku punya saat SMP, dan saat itu, satu-satunya hiburan yang bisa ku lakukan adalah membaca novel pinjaman dari perpus. Dalam seminggu, aku bisa meminjam 3 novel bahkan lebih dan berkat diriku yang banyak baca novel inilah aku punya teman saat masuk sma. Dan ya, begitulah ceritanya. Sekarang aku jadi rindu novel-novel yang ku baca saat SMP. Apa aku buat saja ya listnya? Boleh juga, tapi itu urusan nanti deh, untuk sekarang, aku hanya perlu memutuskan untuk meresensi buku apa. Minggu lalu aku baru saja membeli 2 novel baru, Rich China Girlfriend’s karya kevin Kwan dan One of Us is Lying karya Karen M. McManus, dan aku baru menyelesaikan novel on of Us Is Lying, aku tidak mengerti kenapa aku malah membeli buku Kevin kwan, padahal niat awalku adalah membeli buku Harry Potter anak yang dikutuk, entah apa yang merasukiku sehngga aku malah membeli buku lain. Tapi tak apa, aku pasti punya banyak waktu luang disela-sela kehidupan semester 6 ku dimana nilaiku mulai hancur sejak semester 5 kemarin (Hhhuuffttt).

Aahhh, sebenarnya aku memiliki banyak novel yang bisa ku resensi,kenapa aku menyia-nyiakan blog ku tersayang ini selama 2 tahun terakhir ini (aku sibuk membucin dan kembali ingat blog ini saat bertengkar dengan pacarku, sungguh ironi), apa sebenarnya yang aku lakukan yatuhaannn, setidaknya aku harus menulis untuk meninggalkan jejak selagi aku masih hidup, bukan hanya meninggalkan jejak kealayan ku di facebook ;( 
Baiklah, jadi disini aku mempunyai buku Rich China Girlfriend’s karya kevin Kwan, One of Us is Lying karya Karen M. McManus, Disforia Inersia karya Wira Negara, Dilan dia Adalah Dilanku Tahun 1990  karya Pidi Baiq, dan Catatan Hati Seorang gadis karya Asma Nadia dkk. Mungkin lebih baik aku membuat resensi novel Dilan dia Adalah Dilanku Tahun 1990  karya Pidi Baiq, lagipula 4 tahun lalu aku sudah membuat resensi Dilan Dia adalah dilanku tahun 1991 (ya tuhaaann ini miris sekalii mengingat aku sudah membuat resensi buku kedua dari 2 tahun yang lalu dan baru membuat resensi buku pertamanya 4 tahun kemudian T_T) Baiklah setelah intro yang cukup panjang, mari simak resensi novel Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1990




 IDENTITAS BUKU


Judul                            : Dilan dia adalah Dilanku tahun 1990
Pengarang                    : Pidi baiq
Penerbit                       : Pastel books
Cetakan                       : XII
Tahun Terbit                : 2017 (aku membeli buku bajakan saat aku kelas XI SMA itu pertama kalinya aku membeli buku dan tidak tahu menahu soal buku bajakan, yang penting murah. Kemudian tahun 2019 aku membeli buku asli karena aku ingin membaca ulang novel ini dan buku bajakanku sudah rusak berat karna kupinjamkan hampir ke semua teman sekolahku)(
Jumlah Halaman          : 346 Halaman
Harga                           : Rp. 69.000


 


   

SINOPSIS

Bercerita mengenai Milea Adnan Husain seorang gadis SMA yang pindah ke bandung karena ayahnya yang seorang tentara dipindah tugaskan ke sana. Disekolah barunya, Milea bertemu sosok Dilan, seorang anak yang terkenal nakal dan merupakan panglima tempur yang banyak ditakuti saat itu. Saat kabar kepindahan seorang gadis cantik asal Jakarta merebak ke seluruh sekolah, banyak yang ingin mendekatinya dan Dilan tertarik mendekati Milea, padahal saat itu milea masih mempunyai seorang pacar di jakarta. Nah, bagaimana kisah mereka selanjutnya? Bagaimanakah cara Dilan mendekati Milea? Apakah Dilan berhasil mendapatkan hati Milea diantara laki-laki lain? Temukan jawabannya dengan membaca novel Dilan dia Adalah Dilanku Tahun 1990  atau menonton filmnya yang sudah tayang.
Kalian tahu apa yang menarik saat aku membaca Novel Dilan dulu? Sebagai anak SMA, sosok dilan mungkin adalah sosok bad boy yang di idamkan banyak wanita sma lainnya. Sosoknya yang tengil dan berandalan justru menambah daya tarik sosok Dilan, ego yang masih tinggi juga sangat erat kaitannya dengan Dilan yang masih dibilang masa muda, masa yang berapi-api kalo kata bang Haji rhoma Irama hehe… Tidak dipungkiri lagi, aku yang saat itu baru menginjak kelas 2 SMA, jatuh hati penuh pada sosok Dilan.

 

Dilan itu unik. Manusia macam apa yang pdkt ke cewenya dengan cara ngeramal? Dan itu tuh manis, bikin senyum-senyum mupeng sendiri, bikin hati berbungan bunga gak karuan, pokoknya otomatis jadi pengen cari cowo romantic gaya Dilan deh! Semua perilaku yang Dilan lakukan pada Milea adalah semua hal hal kecil yang membuat bukan cuma milea saja, tapi seluruh wanita yang membaca novel Dilan kurasa akan sama melelehnya seperti Milea.
4 kata dari aku yang dulu masih kelas XI, Dilan I Love You.
5 kata dari aku udah kuliah tingkat 3, Dilan, kamu tak nyata bagiku huhuhu

Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu.
Enggak tahu kalua sore. Tunggu aja.
Dilan, 1990

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#CATATAN GILA ANAK IPA.

[Resensi Novel] Kita & Waktu Karya Helobagas

Bukan Tuhan Tak Mengabulkan, Akunya Yang Salah Berdoa.