Postingan

[RESENSI] Catatan Harian Sang Pembunuh

Gambar
  [Review] "Catatan Harian Sang Pembunuh" karya Kim Young Ha Blurb : Terakhir kali aku membunuh seseorang adalah 25 tahun yang lalu–atau 26 tahun yang lalu? Kurang-lebih begitulah. Kim Byeong-su adalah mantan pembunuh berantai berumur 70 tahun yang mulai hilang ingatan akibat demwnsia. Demi mempertahankan ingatan yang tersisa ia pun mencatat semua yang terjadi pada dirinya, termasuk tentang kekasih putrinyayang dicurigainya sebagai pembunuh berantai yang kini mengincar wanita-wanita desa tempat tinggal mereka.  Kim byeong su harus memastikan putrinya tidak menjadi korban berikut. Ia pun memutuskan membunuh pria itu sebelum ingatannya hilang seluruhnya. *** Aku menyukai bagaimana Kim Byeong-su begitu berusaha melindungi putrinya dari sasaran pembunuh berantai dengan kenyataan demensia yang ia derita, itu bukan hal yang mudah. Kasih sayangnya itu kadang membuatku melupakan kenyataan bahwa dia adalah seseorang yang jahat. Layaknya catatan harian, buku ini berisikan tulisan keseh...

[Resensi] Cinta Diantara Jita Yang Tak Pandai Bicara Karya Eru Walanda

Gambar
✨Tentang Novel "Cinta Di Antara Kita Yang Tak Pandai Bicara"✨ Bagaimana jika kalian terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangan? Mana yang akan kalian jadikan pilihan, menyerah dan memilih pisah atau bertahan mendamba perjumpaan? ✨✨✨ Berkisah tentang Aku dan Kamu, dua sosok tanpa nama yang terpaksa harus menjalin hubungan jarak jauh. Setelah sebelumnya tokoh Aku berhasil menunda kepindahannya, akan tetapi tetap saja takdir merentangkan jarak diantara mereka berdua. "Ketika nanti kita menjalin cinta Diantara dua jarak yang berbeda Tak akan ada yang mampu memisahkan Sebab apa yang paling berat dari cinta Kalau bukan sebuah perpisahan ? Tapi, kita begitu kuat bertahan" –Hal. 57 Buku ini berisi kumpulan cerita yang ditulis dengan pemilihan diksi yang indah, dikisahkan dari sudut pandang tokoh Aku yang merasakan keresahan selama menjalani hubungan jarak jauh bersama kekasihnya. Tentang rasa curiga yang semakin besar karena tak kunjung bisa berjumpa, tent...

[Resensi] Novel "I Want to Die but I Want to Eat Ttokpokki"

Gambar
Judul : I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki Penulis : Bak Se Hee Penerbit : Penerbit Haru Cetakan : Ketujuh, 2020 Jumlah : 236 halaman Genre : Self Improvement 🌸🌸🌸 Blurb : Aku : "Bagaimana caranya agar bisa mengubah pikiran bahwa saya ini standar dan biasa saja?" Psikiater : "Memangnya hal itu merupakan masalah yang harus diperbaiki?" Aku : "Iya, karena saya ingin mencintai diri saya sendiri" I Want to Die but I Want to Eat Ttokpokki adalah esai yang berisi tentang pertanyaan, penilaian, saran, nasihat, dan evaluasi diri yang bertujuan agar pembaca bisa menerima dan mencintai dirinya. Buku self improvement ini mendapatkan sambutan baik karena pembaca merasakan hal yang sama dengan kisah Baek Se Hee sehingga buku ini mendapatkan predikat bestseller di Korea Selatan. 🌸🌸🌸 Fyi, tteokpokki itu semacam jajanan kaki lima khas korea selatan, jajanan ini terbuat dari kue beras yang di beri bumbu pasta cabai yang rasanya pedas dan manis, bumbu ini biasa...

[Resensi Novel] Kita & Waktu Karya Helobagas

Gambar
[RESENSI NOVEL] Kita & Waktu Karya Helobagas Judul : Kita & Waktu Penulis : Helobagas Penerbit : Bhuana Sastra Tahun terbit : Cetakan Pertama, 2020 Harga : Harga Pulau Jawa Rp99.000 Bulrb : Aku ingin menuliskanmu ; Tanpa ada air mata sedikitpun. Sinopsis : " Kupersilahkan jika kamu ingin pergi, pintunya sudah terbuka, kamu menunggu apa lagi? Ataukah menunggu aku terjebak dalam kenyamananmu?" Itu adalah salah satu kutipan favoritku dalam novel ini. Kita & waktu bercerita tentang hubungan yang akhirnya berujung pisah, tapi kisahnya akan tetap abadi walaupun kebersamaan berakhir pada perpisahan. Perpaduan kalimat yang menyentuh dengan fotografi nya apik membuatku betah menelusuri tiap halaman buku ini. Perpisahan dan potret hiruk pikuk kemacetan di penghujung hari adalah perpaduan rasa lelah yang tak terelakan. Tiap lembarannya berisikan kalimat yang meluapkan emosi perasaan, aku membaca buku ini saat baru saja pata...

RESENSI NOVEL "Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990"

Gambar
Hi. Sore ini aku baru saja berkelahi dengan pacarku, dan aku butuh penyaluran energi yang bermanfaat dan sekarang satu-satunya yang bisa kupikirkan hanyalah menulis blog. Aku tidak tahu akan menulis apa (ya, seperti biasanya) kurasa mungkin resensi novel? Bukan ide buruk, kurasa aku masih tau caranya. Saat aku SMP aku banyak meresensi novel yang ku tulis dalam satu buku yang sama, saat itu aku disuruh oleh guru B. Indonesia sekaligus ketua pengurus perpus untuk membuatnya, itu bukan tugas wajib sih, bu enung (guruku) hanya menyarankan saja agar aku melakukannya untuk mencatat buku apa saja yang sudah aku baca (Fyi, dulu aku adalah peminjam buku perpus terbanyak kedua, dan semua buku yang kupinjam hanyalah novel saja, tak ada satu pun buku pelajaran, tepuk tangan untuk diriku sendiri) Ah, sekarang aku harap aku bisa menemukan kembali buku itu, yah, setidaknya sekedar bernostalgia dengan apa yang dulu pernah aku baca. Aku ingin bercerita bagaimana dulu aku bisa menjadi peminjam buk...

We Love You Leleee

05:30 WIB 10 Februari 2020 Aku bangun kesiangan dan langsung mengecek hp ku, ada banyak notifikasi yang masuk di grup SMA ku tadi malam “Inalillahi wainailaihi rajiun Telah berpulang ke rahmatullah, sahabat kita, saudara kita, Leli Ibrahim binti Erwin Ibrahim di Rumah sakit Hasan sadikin, bandung. Semoga amal ibadah beliau diterima disisi-nya, Amiinn” Deg! Rasanya seperti mimpi. Assalamualaikum Hai, apa kabar? Sudah lama sejak terakhir kali aku menulis di blog ini. Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga selalu diberi kesehatan dan umur Panjang, Aamiin. Hari ini, aku menulis di blog ini, untuk menceritakan kabar duka, sahabat kami, orang paling ceria dikelas kami, yang kami semua sayangi, telah berpulang selamanya. Selamanya. Maaf karena mengawali tulisan ini dengan kabar sedih, tapi aku hanya ingin menulis sekarang, bercerita tengtang leli, mengenang almarhumah, aku tidak ingin kenangan tentang nya hilang atau terlupakan, aku tau aku bukan teman terdekatnya...

Bukan Tuhan Tak Mengabulkan, Akunya Yang Salah Berdoa.

Selasa, 20 Februari 2018 22:44 WIB Gandasari, garut.          Butuh waktu beberapa lama sampai akhirnya aku paham dengan rencana hidup yang telah Tuhan siapkan untuk ku. Ini bukan bererti aku masih belum move dari kejadian beberapa waktu lalu. Hanya saja, aku ingin memastikan bahwa aku memahami betul dan sudah tak salah paham lagi kepada Tuhan. Saat itu aku marah pada Tuhan. Tuhan, apa yang salah?! Aku sudah belajar lebih dari yang pernah aku lakukan sebelumnya, aku juga berdoa padamu lebih dari yang pernah aku lakukan?! Tapi kenapa aku gagal?! Aku bahkan lebih baik dari mereka yang engkau loloskan masuk ke PTN! Aku marah, marah yang lebih condong pada rasa kecewa pada diri sendiri, tapi manusia memang lemah, aku menyalahkan Tuhan karena menyalahkan adalah hal paling mudah yang bisa manusia lakukan. Aku sadar bahwa aku sangat bodoh, karena dengan seenak jidatnya aku menghakimi, tanpa benar-benar mengerti apa alasan sehingga semua bi...