We Love You Leleee


05:30 WIB 10 Februari 2020

Aku bangun kesiangan dan langsung mengecek hp ku, ada banyak notifikasi yang masuk di grup SMA ku tadi malam

“Inalillahi wainailaihi rajiun
Telah berpulang ke rahmatullah, sahabat kita, saudara kita, Leli Ibrahim binti Erwin Ibrahim di Rumah sakit Hasan sadikin, bandung. Semoga amal ibadah beliau diterima disisi-nya, Amiinn”

Deg! Rasanya seperti mimpi.

Assalamualaikum

Hai, apa kabar? Sudah lama sejak terakhir kali aku menulis di blog ini. Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga selalu diberi kesehatan dan umur Panjang, Aamiin.
Hari ini, aku menulis di blog ini, untuk menceritakan kabar duka, sahabat kami, orang paling ceria dikelas kami, yang kami semua sayangi, telah berpulang selamanya. Selamanya.
Maaf karena mengawali tulisan ini dengan kabar sedih, tapi aku hanya ingin menulis sekarang, bercerita tengtang leli, mengenang almarhumah, aku tidak ingin kenangan tentang nya hilang atau terlupakan, aku tau aku bukan teman terdekatnya, tapia da banyak tentangnya yang ingin ku ceritakan, cerianya, baiknya, setia kawannya, menyenangkannya, dan semuanya tentang dia. Ini menyedihkan untuk menulis ini, aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan kehilangan orang-orang terdekatnya, jika aku yang bahkan hanya sekedar temannya bisa sesedih ini (Semoga keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan, dan untuk neng mila, orang yang menurutku paling kehilangan diantara kami semua di IPA 1, kamu sudah jadi sahabat baik untuk leli, leli beruntung memiliki sahabat sepertimu, kami menyayangimu, kita semua menyayangi leli).

Aku tidak terlalu banyak tahu mengenai penyakit leli, 28 Januari lalu aku tau dari snap yang dia unggah beberapa minggu kebelakangan dia memang sedang dirawat di rumah sakit, aku mengomentari snapnya dan mengucapkan “Get well soon gariinngg” padanya. Kalian tau, garing adalah panggilannya saat SMA, Alfi yang pertama memanggilnya seperti itu. Aku bahkan menulis karakter leli di post pertama blog ini sebagai mahluk yang teraniaya dikelas karna dia garing, tapi dari dulu aku tau bahwa leli baik, dia ceria, orangnya hangat dan setia kawan.

Leli adalah salah satu dari beberapa teman kelas yang masih berhubungan dengan ku walaupun hanya sekedar saling mengomentari snap. Tahun ini adalah tingkat akhir perkuliahannya, aku ingat saat aku mengomentari snap nya, berkata bahwa dia sebentar lagi lulus sedangkan aku masih harus menunggu 1 tahun lagi, dia bilang padaku untuk datang ke acara wisudanya karna kami memang kuliah di 1 kota yang sama. Dia satu-satunya teman yang mengajakku untuk menonton film Dilan Tahun 1991 karna memang kami memiliki hobi yang sama membaca novel, tapi waktu itu aku menolaknya karena sedang ada acara keluarga, aku bukan teman terdekatnya, aku suka basa-basi yang kami lakukan, akhir tahun lalu dia mengechat hanya untuk menyuruhku untuk memfollback twitternya, tapi saat itu aku sudah menghapus twitter, obrolan remeh temeh sekedar chat saling meledek karna kami berdua sama-sama susah menaikan berat badan, ataupun saling meledek karena kami sama-sama mahluk bertubuh kecil dengan suara cempreng yang memekakan telinga. Lel, sekarang aku gak ada temen cempreng lagii, Ini terlalu mengejutkan untuk mengambilnya seceepat ini ya allah…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#CATATAN GILA ANAK IPA.

[Resensi Novel] Kita & Waktu Karya Helobagas

Bukan Tuhan Tak Mengabulkan, Akunya Yang Salah Berdoa.