JOGJA STORY (part 2) : Nikeu Ardila " pemersatu generasi bangsa ! "
Libur telah tiba..Libur telah tiba...kelas tiiiga meranaaaaa...!!!! *(tidaaak!)
Gimana gak merana coba ?! Disaat adek-adek kelas XI sedang bersuka cita, karena akan segera berangkat study tour ke djogja, lah kita, yang nasibnya cuma beberapa bulan lagi sekolah di SMA, harus redo ikhlas lillahita'ala kembali bergalau-galau ria setelah akhirnya kabar pembatalan penghapusan UN disiarkan...kembalilah lagi kami memikul beban menegangkan –_–
Tapi walaupun begitu, postingan kali ini gak akan ngebahas tentang keluh kesah bagaimana rasanya jadi siswa tingkat tiga yang merasa frustasi karena akan segera mengakhiri masa putih abu-abu atau karena sedih gegara UN gak jadi dihapus, karena postingan kali ini akan berisi kisah masa lalu IPA 1 yang dulu juga pernah study tour ke djogja !!! Nah, di post sebelumnya aku sudah menceritakan percekcokan yang terjadi antara kelas IPA dan IPS yang berada di bus yang sama, nah, di part inilah aku akan menceritakan bagaimana kami semua bisa melakukan gencatan senjata dan bisa berdamai selama waktu perjalanan tersisa.
Setelah mempersiapkan diri di rest area, bus kami mulai berangkat menuju tujuan utama : Universitas Soedirman. Kami berangkat pagi-pagi dan sampai disana kira-kira, pukul 08:30 pagi setelah sebelumnya bus kami tersesat dan salah jalan masuk ! *( pak sopir, kalau gak tau jalannya, jangan sok-sok an berangkat paling depan ! Penumpang mulai murka !!!). Di Unsoed, semua peserta study tour digiring menuju aula besar, kami berebut berebut makanan yang disediakan panitia dan mulai duduk di bangku paliiiing belakang *( bus kami kan nyasar, jadi datangnya paling akhir ). Di sana kami disuguhi sejarah berdirinya Unsoed, fakultas yang ada di sana, program pertukaran belajar dan masih banyak lagi, aku tidak terlalu memperhatikan, karena yang kulakukan saat itu hanyalah berselfie ria, di marahi oleh mang Ono *(satpam SMA sekaligus musuh bebuyutannya neng Mila) karena ngobrol, sampai akhirnya aku tertidur dalam posisi duduk karena kekenyangan oleh ' Leupeut Unsoed ' yang ku dapatkan dari kolong-kolong kursi anak-anak yang lengah menjaga makanannya !!! *( lapar cuy !). Untuk mendapatkan semua ' Leupeut ' itu, aku berpura-pura menjadi pasien dan bersekongkol ria dengan Awis Wahyudi Santosa yang berperan sebagai relawan yang pura-pura menolong pasien kelaparan.
" Yas, gue pijetin pundak lo yah..." ucap Awis padaku. Aku menyetujuinya, saat itu aku belum mengerti akal bulusnya.
" Farid, 'Leupeut' lo masih ada gak ? Kasihan, ini si Iyas lagi sakit, laper katanya.." ucap Awis pada Farid yang duduk beberapa kursi didepan kami berdua. Aku yang saat itu tidak merasa sakit, ingin membantah ucapan Awis.
" Wis, aku gak...."
" Stttt...Diem yas, gue laper. Lumayan dapet Leupeut.." ucap awis memotong perkataanku. Dan saat itu, aku baru sadar apa yang sedang terjadi, aku sudah dimanfaatkan oleh nya !!!! Dasar !!! Tapi, yang namanya rejeki gak boleh ditolak, jadi yaa...aku makan saja semua Leupeut yang di sumbangkan kepada kami berdua *( hahaha...benar-benar jiwa kaum duafa!!!). Acara di universitas Soedirman akhirnya berakhir pada waktu menjelang dzuhur, kami semua digiring kembali ke dalam bus dan makan siang disana. Berhubung hari itu adalah hari jumat, bus berhenti di tengah perjalanan, untuk melaksanakan shalat jumat *( tapi kira-kira aja dong, pak supir. Siswa sebanyak kami harus shalat di masjid kecil?! Maballll kaluar!!! ). Kami melanjutkan perjalanan kami, ditengah siang hari yang panas dan membosankan. Pantat kami rasanya sudah sangat panas karena terlalu lama duduk. Kami benar-benar lelah saat itu, entah sudah berapa puluh kali kami bertanya pada bu ai kapan Kami semua akan sampai di penginapan. Rasanya tidak sabar untuk menghempaskan diri ini ke atas tempat tidur yang luas dan nyaman.
" Sebentar lagi anak-anak.." jawab bu Ai
" Tadi juga bilangnya sebentar lagi, tapi sampe sekarang gak nyampe-nyampe.."
Matahari sudah mulai tenggelam, menghiasi langit djogja dengan semburat warna jingganya. Diujung sawah yang terhampar luas sepenjang perjalanan kami, matahari mulai kembali keperaduannya. Bahkan ketika hari sudah hampir memasuki waktu maghrib, kami masih belum sampai juga !!!
Kaset dakwah Hj. Jujun Junaedi yang siang tadi membuat kami tertawa terbahak-bahak, sudah diputar berulang-ulang dan membuat kami bosan. Sampai kemudian, kami meriques lagu yang ingin kami dengarkan pada pak Sopir.
" pak, lagu jilbab putih ada gak ?! Putering lagu itu dong ! " usul kelas IPA
Kami memilih lagu ini karena saat itu lagu ini adalah lagu legendaris yang membuat vokalis qasidah kelas kami tersedak dan hampir muntah diatas panggung.
Awalnya anak IPS protes, tapi apalah daya.. Lagu sudah diputar dan kami mulai bernyanyi bersama-sama, menyisakan anak IPS yang hanya diam karena tak tahu lirik lagunya. Rasanya saat itu benar-benar garing karena kami bernyanyi lagu qasidah.
" Pak, ganti lagu iwan fals aja ! " usul anak IPS dan kami tidak menolak. Lagipula lagu-lagu Iwan Fals enak didengar.Tapi sayang, lagu Iwan Fals tidak ada didalam daftar putar lagunya.
" Kalau begitu, lagu Sandiwara Cintanya Nikeu Ardila aja pak ! "
" Iya pak, Nikeu Ardila aja ! " ucap kami bersahut-sahutan
Lagu diputar, dan anak-anak mulai menyanyi bersama. Layaknya grup paduan suara profesional, kami benar-benar menghayati lagu yang kami nyanyikan disenja kala itu. Apalagi ketika kami beranjak memasuki reff lagu..
" BOSAN !!! mungkin ituuuu..sikapmu...BENCI !!! bila ingat dirimuuu...BOSAN !!! terserah apa maumuuuuu jalanku masih panjaaaanngggg......" teriak kami dengan penuh perasaan. Tak ingin kehilangan momen itu, Wilma merekam video saat kami semua bernyanyi. Ajaib, kami yang biasanya tak pernah bisa akur, pada saat itu berubah menjadi sekelompok murid yang kompak. Dengan merasakan hal yang sama–baca:kezzzzzelll– kami bernyanyi dengan penuh penekanan pada kata 'BOSAN' dan 'BENCI' . Rasanya seperti demonstrasi tidak langsung pada pak sopir yang membawa kami berputar-putar tanpa arah tujuan yang jelas sampai akhirnya tersesat, dan membuat kami harus menunggu lama lagi untuk tiba dipenginapan.
Bayangkan saja, kami berangkat dari terminal pameungpeuk sekitar pukul 9 malam dan kami sampai di penginapan juga sekitar jam 9 malam, dipotong dengan waktu kami di rest area dan kunjungan ke UNSOED, kira-kira saat itu kami sudah duduk didalam bus sekitar 16 jam lamanya.......T_T *(benar-benar perjuangan saudara-saudara..)
" udah beda nada, pas nyebut BOSAN...Sabar anak-anak, sebentar lagi kita semua sampai..." ucap bu Ai seolah membaca pikiran anak didiknya.
Dan mendengar jawaban seperti itu rasanya kami ingin berteriak sekali lagi..
" BOSAAAAANNNNN....."
***
Satu bus dengan anak-anak IPS, sejak saat itu tidak menjadi suatu hal yang menyebalkan lagi, kami bahkan mulai saling bercanda walaupun saat itu kami tidak benar-benar dekat. Anak IPS yang sampai saat ini aku ingat adalah si "Brem" dan si "Opak" . Begitulah dulu kami menyebutnya–entah karena apa–Dua mahluk ini, entah siapa nama aslinya, aku bahkan tak tahu wajahnya karena mereka memakai sarung, kopiah, dan kacamata hitam didalam bus, persis seperti ninja yang mau pergi ngelayat orang meninggal terus pulangnya mantai dulu buat berjemur, pokoknya aneh deh style nya ! Ada cerita dibalik alasan kenapa aku tidak bisa melupakan mereka berdua, cerita yang selalu membuat aku ngakak jika mengingatnya, begini awalnya...
Saat itu kami sudah pulang dari jogja, dan sudah memasuki daerah sancang. Si Opak terlihat 'gulang-gasahan' dan tak dapat diam saat itu, sampai akhirnya dia berkata pada pak Sopir.....
" pak, tiasa liren heula...hoyong ka jamban.."
" Alah jang...tahan heula weh, sakeudeung deui ge nepi, nya ?! "
Mendengar jawaban seperti itu, kembalilah si Opak ke jajaran belakang ke tempat duduknya
Tak lama berselang, tiba-tiba bus berhenti didekat warung kecil.
" sok bisi aya anu bade ka jamban..." ucap Sopir.
Beberapa anak turun dari bus, dan ternyata bus berhenti karena permintaan bu guru dan pak guru yang juga ingin ke kamar kecil. Dan saat bus dalam keadaan hening, celetuk omongan si Opak yang membuat semua yangendengar ngakak..
" Si emang mah, ari urang enggeus ******* dina aqua, kakara eureun..." ucap si Opak menggerutu XD XD XD
Komentar
Posting Komentar