Ah, aku bosan saat itu.
Minggu, 10 Desember 2017
18:32 WIB.
Hi, sudah lama aku tidak menengok blog ini. Sebenarnya..hari inipun aku tak tahu akan menulis tentang apa....sekarang, aku hanya sedang ingin menulis.
apa saja.
apapun itu.
Ah!, benar....dipostingan terakhirku aku menceritakan tentang kesedihanku karena ditolak PTN, tapi sekarang, aku sudah baik-baik saja (sebenarnya, 3 jam sesudah pernyataan penolakkan itu, aku sudah tak apa-apa XD). Aku hanya bingung karena tak memikirkan kemungkinan aku akan ditolak( oh! kalimat ini sungguh menggambarkan aku yang tak tahu diri -_-) dan tak mempersiapkan plan B. Jadi.. aku tak tahu apa yang harus aku lakukan tentang masa depanku. Ibuku bertanya padaku, tentang apa yang sebenarnya ingin aku lakukan, dan aku hanya menatap matanya dan berkata " ibu, aku tak tahu apa yang ingin aku lakukan dan apa yang sebenarnya aku mau. Sekarang, aku hanya ingin kuliah, kemanapun itu, aku akan menerimanya".
ah, aku baru saja membaca tautan yang asti kirimkan ke no.WA ku.
Dan... pada akhirnya, aku akupun kuliah di STTG jurusan Teknik Sipil.
Terlalu ekstrim bagiku yang takut matematika. Tapi, entah kenapa aku yakin aku pasti bisa, dan aku akan mulai mencoba berdamai dengan angka dan mencintai matematika.
Masa mapeka ku, bukan hal yang menyenangkan untuk diceritakan. Aku merasa jelek diantara para mahasiswi baru yang jumlahnya tak mencapai 50 orang dengan jumlah total MABA yang kurang dari 500 0rang. Aku menjadi pendiam yang idiot, pembohong (dalam hal meyakinkan diri bahwa semua baik-baik saja), terlambat karena salah turun angkot, aku dihukum dan disuruh menyanyikan lagu indunesia raya berulang-ulang-ulang kali, didepan pintu asuk aula. Damn.
Tapi dibandingkan dengan itu semua, ada hal yang lebih memalukan lagi. yaitu....... ketika AKU MENANGIS. SATU-SATUNYA yang menangis SAAT OSPEK JURUSAN.
Ah...ini sudah keterlaluan T_T .
Sekarang bicara soal teman.
Aku kira keyakinanku bahwa aku akan mempunyai sahabat dekat hanyalah harapan kosong. Hingga saat ini, aku masih belum mempunyainya. Apalagi tentang ekspetasiku tentang dunia perkuliahan yang akan membuatku mengenal banyak orang dan memperluas pergaulan ku dan pada akhirnya, aku tetap sama, si introvert yang menyedihkan. Aku paling tidak suka ketika melihat status tentang kesedihan seseorang atau tentang seorang introvert yang pura-pura kuat dan semua hal yang aku kira tak ada gunanya diposting disosial
18:32 WIB.
Hi, sudah lama aku tidak menengok blog ini. Sebenarnya..hari inipun aku tak tahu akan menulis tentang apa....sekarang, aku hanya sedang ingin menulis.
apa saja.
apapun itu.
Ah!, benar....dipostingan terakhirku aku menceritakan tentang kesedihanku karena ditolak PTN, tapi sekarang, aku sudah baik-baik saja (sebenarnya, 3 jam sesudah pernyataan penolakkan itu, aku sudah tak apa-apa XD). Aku hanya bingung karena tak memikirkan kemungkinan aku akan ditolak( oh! kalimat ini sungguh menggambarkan aku yang tak tahu diri -_-) dan tak mempersiapkan plan B. Jadi.. aku tak tahu apa yang harus aku lakukan tentang masa depanku. Ibuku bertanya padaku, tentang apa yang sebenarnya ingin aku lakukan, dan aku hanya menatap matanya dan berkata " ibu, aku tak tahu apa yang ingin aku lakukan dan apa yang sebenarnya aku mau. Sekarang, aku hanya ingin kuliah, kemanapun itu, aku akan menerimanya".
ah, aku baru saja membaca tautan yang asti kirimkan ke no.WA ku.
Dan... pada akhirnya, aku akupun kuliah di STTG jurusan Teknik Sipil.
Terlalu ekstrim bagiku yang takut matematika. Tapi, entah kenapa aku yakin aku pasti bisa, dan aku akan mulai mencoba berdamai dengan angka dan mencintai matematika.
Masa mapeka ku, bukan hal yang menyenangkan untuk diceritakan. Aku merasa jelek diantara para mahasiswi baru yang jumlahnya tak mencapai 50 orang dengan jumlah total MABA yang kurang dari 500 0rang. Aku menjadi pendiam yang idiot, pembohong (dalam hal meyakinkan diri bahwa semua baik-baik saja), terlambat karena salah turun angkot, aku dihukum dan disuruh menyanyikan lagu indunesia raya berulang-ulang-ulang kali, didepan pintu asuk aula. Damn.
Tapi dibandingkan dengan itu semua, ada hal yang lebih memalukan lagi. yaitu....... ketika AKU MENANGIS. SATU-SATUNYA yang menangis SAAT OSPEK JURUSAN.
Ah...ini sudah keterlaluan T_T .
Sekarang bicara soal teman.
Aku kira keyakinanku bahwa aku akan mempunyai sahabat dekat hanyalah harapan kosong. Hingga saat ini, aku masih belum mempunyainya. Apalagi tentang ekspetasiku tentang dunia perkuliahan yang akan membuatku mengenal banyak orang dan memperluas pergaulan ku dan pada akhirnya, aku tetap sama, si introvert yang menyedihkan. Aku paling tidak suka ketika melihat status tentang kesedihan seseorang atau tentang seorang introvert yang pura-pura kuat dan semua hal yang aku kira tak ada gunanya diposting disosial
Komentar
Posting Komentar