Legenda Asal Mula Permusuhan dengan "Tetangga"
Nah, foto di atas itu adalah kenangan saat kami semua melakukan pergelaran drama "sangkuriang" dikelas–ralat mantan kelas kami *loh, kok mantan kelas? :(
Iya, mantan kelas. Karena, tidak lama setelah pergelaran drama berakhir, kelas kami tercinta dirampas oleh pegawai TU, dan diambil hak kepemilikannya. *Tidaaaakkk..:(
Ternyata, setelah dijelaskan oleh wali kelasku, kelas kami dipakai sebagai ruang TU sementara, karena ruangan yang lama sedang direnovasi, dan untuk menutup mulut kami agar tidak protes, kami di janjikan mendapat bangunan baru sebagai gantinya, bangunan di lantai 2 ! *(Cihuuy..) tapi... ada tapinya, oleh karena itu kami harus menunggu selama 8 bulan!!! Iya, 8 bulan cuuuyy..! :(( dan yang lebih parahnya lagi, selama masa penantian itu*duile.. Bahasanya :( untuk sementara, kami di pindahkan ke ruangan bobrok yang mereka sebut sebagai "ruang lab" *ya ampuun.. Yang benar saja! :(
Padahal, ada begitu banyak kenangan kami semua setelah tinggal hampir satu semester di sana.
Kelas kami yang tercinta ini, berada tepat di belakang pintu keluar, dan dekat dengan tangga menuju lapangan, sehingga ada banyak sekali orang yang berlalu lalang *(kalau otak anak-anak sedang sengklek, mereka tuh kerjaannya cuma ngecengin brondong-brondong yang lewat didepan kelas sambil berlagak layaknya cabe-cabean,"cowok!!! godain kakak kelas dong.." :( #mual
Kelas ini juga menjadi saksi bisu bagaimana seorang awis mengalami pelecehan terhadap gender laki-lakinya. *jangan mikir yang enggak-enggak! Maksudnya,kelas ini tuh menjadi saksi bisu saat seorang awis, dengan raga tak berdaya *iyalah, orang dia diiket pake dasi dikursi :( mempasrahkan dirinya didandani secara brutal oleh semua kaum hawa dikelas. Saat itu, kami memberi lipstik pada bibir awis, tapi dengan sisa tenaga yang ada, dia berontak dan meloloskan diri dari sarang penyamun dengan keadaan cemong layaknya ondel-ondel. *(hihihi... XD)
Sebenarnya, target pembullyan anak -anak hari itu, adalah ucun alias resta. Soale, waktu itu dia nyebelin nya minta ampuun!!! Jailnya kebangetan!!!. Gimana gak kebangetan coba? Masa sepatu anak-anak semua dia gantung di atas pohon mangga! Kan repot ngambilnya! :( Tapi, ternyata hari yang awalnya kami namakan "ucunday" tiba-tiba berubah menjadi "Awisday" !!!
Rupanya, saat itu tugas awis adalah menahan ucun agar bisa diikat dikursi, tapi keadaan berbalik, justru ucun lah yang membuat awis duduk di kursi, dan sialnya hari itu awis juga sama-sama nyebelin, *doi numpah-numpahin bedak punya cewek sih, jadinya kan gendok! maka, dengan semangat menggebu-gebu, dimulailah penyiksaan untuk awis. *(tawa jahnnam..).
Selain meninggalkan kenangan antar para penghuninya, kelas ini juga meninggalkan kenangan kami dengan kelas "tetangga". Kenangan ketegangan permusuhan yang sangat seru saat itu. Seperti yang telah dilansir oleh saudari aghnia, saat kami diceramahi wali kelas kami baru-baru ini *(et daah.. bahasanya udah kayak reporter aja :( penyebab pertikaian kami yang panjang ceritanya ini, berawal dari tugas drama b.indonesia, yang membuat kedua belah pihak merasa bersaing satu sama lain untuk menjadi yang terbaik. *ini Beneran loh. Nah, saat itu jadwal pergelaran drama harusnya "tetangga" yang tampil pertama, tapi karena alasan, "tetangga" nya salah naskah, jadinya ya.. IPA 1 yang tampil dulu. Ok, fine. Waktu itu kita gak masalah soal siapa yang harus tampil duluan, tapi yang jadi masalah itu, soal menjaga hak privasi orang lain !
Saat itu, ketika kami semua sedang pusing-pusingnya mendekor panggung dan latihan drama, tiba-tiba tanpa izin dan permisi pada kami, seseorang yang berasal dari kelas "tetangga" masuk, kemudian bicara "ikut ganti baju di sini yah" *Ok, aku rasa itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan. Apaan?! dikira ini MCK main buka-buka baju segala!
Dan.. dari sanalah perang dingin dimulai.
Anak-anak yang sudah menyiapkan kelas dari hari kemarin, mulai uring-uringan karena proyek yang sedang mereka kerjakan sudah tidak menjadi "surprise" lagi! *(orang udah dilihat sama "tetangga!) Berbagai rutukan, mulai keluar dari mulut-mulut mereka semua.
"Emangnya, kita pernah nyelonong masuk ke kelas mereka gitu, nggak kan????" anak-anak pada ngangguk.
"Terus, apa kita juga pernah nempel-nempelin kepala kita ke jendela mereka cuma buat ngintip kerjaan mereka?nggak pernah juga kan?!" anak-anak ngangguk lagi.
"Jadi, tujuan mereka semua ngelakuin semua hal itu ke kita, maksud nya apa coba? anak-anak diam, geleng-geleng kepala. *(untuk menjaga perdamaian dunia, dialog di atas sengaja tidak diberi nama–atau lebih tepatnya, aku lupa siapa yang waktu itu bicara :(
Udah deh, tamat ceritanya.
Iya tahu, gaje :( Tapi bodo amat sih, ini tulisanku, jadi ya terserah mau kek apa juga :( tapi makasih loh udah mau baca–itu juga kalo tulisan ini ada yang baca 😅
Akhirnya..beres juga ini cerita, tapi tenang aja, sejak perang terbuka kemarin pecah dan kami di ceramahi habis-habisan oleh pak sopyan, udah pada tobat kok. Kami semua kan udanh minal aidinwalfaidzin mohon maaf lahir batin sama tetangga, lebaran kemarin. Jadi sekarang udah gak musuh-musuhan lagi kok, suer ✌.
Jadiii...ya udah gitu aja.
See you next chap!

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus